Katakan Pancasila Dapat Diubah, Tjokroaminoto Institute Menanggapi Ucapan Rocky Gerung

Jakarta, suarasi.com – “Sebagai negara yang mejemuk, Pancasila merupakan produk untuk menyatukan kemajemukan tersebut kedalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Direktur Bidang Pemikiran dan Ideologi Tjokroaminoto Institute, Dede Prandana Putra, saat menanggapi pernyataan Rocky Gerung mengenai Pancasila dapat diubah dalam acara Indonesia Lawyers Club edisi Selasa, 3 Desember 2019.

Menurut Dede, kelahiran Pancasila merupakan ide, gagasan, serta kondisi kehidupan ekonomi, sosial, budaya dan politik masyarakat Indonesia yang diambil dari nilai luhur yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Jadi, saat ada pernyataan Pancasila dapat diubah, berarti orang tersebut tidak menghargai hasil pemikiran, ide dan gagasan yang muncul melihat kondisi sosial, budaya, ekonomi serta politik masyarakat Indonesia. Saat Rocky Gerung mengatakan ingin mengubah Pancasila, maka disaat itu juga Rocky Gerung tidak menghormati hasil pemikiran yang digali dari para pahlawan nasional yang memerdekakan bangsa dan negara. Padahal, secara tidak langsung, Pancasila merupakan ciri khas atau kepribadian bangsa dan negara,” tambah alummi jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Padang ini di Jakarta, Rabu (4/12).

Dede mengatakan dari sisi konstitusional, posisi Pancasila merupakan hukum dasar bagi konstitusi lain dibawahnya, seperti UUD 1945, UU dan peraturan perundang-undangan lainnya.

“Sedangkan dari sisi pemikiran dan historisnya, Pancasila lahir untuk mengakomodir pemikiran yang berkembang saat itu yang kemudian dikenal dengan pemikiran kiri-tengah-kanan. Nah, pemikiran kiri-tengah-kanan tersebut diejawantahkan kedalam bunyi teks dan penjelasan Pancasila butir per butir serta sila per sila nya,” jelas pemuda yang pernah berkuliah S2 di jurusan Kajian Ketahananan Nasional Universitas Indonesia ini.

Ia menambahkan hal yang wajar juga jika kemudian pemerintah saat sekarang harus kembali menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab pemerintah untuk menggalakkan kembali nilai-nilai Pancasila dibalik pertarungan ideologi dunia saat ini. Menjadi kewajiban dan tanggungjawab juga bagi masyarakat untuk mendukung langkah tersebut. Bukan malah dengan mengeluarkan pernyataan yang ingin menghendaki Pancasila diubah. Pancasila itu benda mati, kita masyarakat lah yang harus selalu menghidupinya melalui proses berkehidupan, berbangsa dan bernegara,” tutup Dede.

Leave a Reply

Your email address will not be published.